Pendahuluan
Halo, Anak Hebat.
Buku ini mengajak kita belajar menjadi teman yang baik. Teman yang baik bukan berarti selalu punya mainan banyak. Teman yang baik juga bukan berarti selalu menang saat bermain. Teman yang baik adalah anak yang belajar menyayangi, menghargai, dan membuat orang lain merasa aman.
Di kelas, di rumah, di taman bermain, atau di tempat ibadah, kita sering bertemu orang lain. Ada yang sebaya. Ada yang lebih kecil. Ada yang lebih besar. Ada yang suka berlari. Ada yang suka menggambar. Ada yang banyak bicara. Ada yang masih malu-malu. Mereka semua bisa kita perlakukan dengan baik.
Kita belajar pelan-pelan, ya.
Apa itu adab?
Adab adalah cara bersikap yang baik.
Adab membantu kita tahu, “Apa yang sebaiknya aku lakukan agar diriku dan orang lain merasa aman, dihargai, dan disayangi?”
Contohnya:
Saat bertemu teman, kita bisa tersenyum dan menyapa.
“Assalamu’alaikum.”
“Halo, Rani.”
“Selamat pagi, Bimo.”
Saat ingin memakai pensil teman, kita tidak langsung mengambil. Kita bertanya dulu.
“Bolehkah aku pinjam pensilmu?”
Saat tidak sengaja menyenggol teman, kita belajar berkata:
“Maaf, ya. Aku tidak sengaja.”
Itulah adab. Adab bukan hanya kata-kata. Adab juga terlihat dari wajah, suara, tangan, kaki, dan pilihan kita.
Apa itu teman?
Teman adalah orang yang bisa kita ajak bermain, belajar, berbicara, dan saling menolong.
Teman tidak harus selalu sama dengan kita. Teman bisa berbeda warna kulit, bahasa, makanan kesukaan, permainan kesukaan, atau cara bicara. Ada teman yang cepat berlari. Ada teman yang memakai alat bantu. Ada teman yang mudah tertawa. Ada teman yang butuh waktu lebih lama untuk menjawab.
Berbeda itu tidak apa-apa.
Kita bisa berkata dalam hati:
“Temanku berbeda. Aku tetap boleh bersikap baik.”
Berteman baik berarti kita belajar menjaga hati teman. Kita tidak mengejek. Kita tidak memaksa. Kita tidak mengambil barang teman diam-diam. Kita belajar berkata baik dan berbuat baik.
Belajar berteman perlu latihan
Anak-anak belajar banyak hal melalui bermain, meniru contoh orang dewasa, dan mengulang kebiasaan baik. Dalam pendidikan anak usia dini, hubungan yang hangat, kegiatan bermain, dan contoh yang sesuai usia sangat penting untuk membantu anak berkembang dengan baik (NAEYC, 2022; Yogman et al., 2018).
Karena itu, buku ini tidak meminta anak langsung sempurna.
Kadang anak lupa menunggu giliran. Kadang anak bicara terlalu keras. Kadang anak marah karena mainannya dipakai. Itu bagian dari belajar. Yang penting, anak dibimbing dengan lembut untuk mencoba lagi.
Misalnya, ketika dua anak berebut balok, guru atau orang tua bisa berkata:
“Berhenti dulu. Tarik napas. Kita bicara pelan-pelan. Baloknya dipakai bergiliran, ya.”
Kalimat seperti ini membantu anak belajar mengatur diri. Mengatur diri artinya belajar berhenti sebentar, menenangkan tubuh, dan memilih perbuatan yang lebih baik. Kemampuan mengenali perasaan, mengatur perilaku, memahami orang lain, dan membangun hubungan baik termasuk bagian dari pembelajaran sosial-emosional anak (CASEL, 2020).
Berteman baik juga berarti aman
Di buku ini, kata aman berarti tubuh dan hati dijaga.
Tubuh aman berarti tidak dipukul, tidak ditendang, tidak didorong, dan tidak disentuh tanpa izin.
Hati aman berarti tidak diejek, tidak ditakut-takuti, dan tidak dipaksa.
Contohnya, teman baik tidak berkata:
“Kalau kamu tidak kasih mainan, aku tidak mau berteman!”
Teman baik bisa berkata:
“Bolehkah aku ikut bermain?”
“Kalau belum boleh, aku tunggu.”
“Aku main yang lain dulu, ya.”
Aman juga berarti anak boleh meminta bantuan orang dewasa yang dipercaya. Jika ada teman menangis, bertengkar, jatuh, atau merasa takut, anak tidak harus menyelesaikan semuanya sendiri. Anak boleh memanggil guru, orang tua, atau pengasuh. Upaya menjaga anak dari kekerasan dan bahaya membutuhkan lingkungan yang aman serta keterlibatan orang dewasa yang bertanggung jawab (WHO, 2019).
Kalimat penting yang akan sering kita ingat adalah:
“Aku boleh minta bantuan.”
Buku ini dibaca dengan lembut
Buku ini dibuat untuk anak PAUD/TK. Maka, bacalah dengan suara pelan, hangat, dan tidak terburu-buru.
Satu bagian boleh dibaca berkali-kali. Anak boleh menjawab dengan kata-kata sederhana. Anak juga boleh menunjuk gambar, menirukan gerakan, atau bercerita dengan bahasanya sendiri.
Jika ada pertanyaan, orang dewasa dapat membantu dengan kalimat pendek.
Misalnya:
Anak bertanya:
“Kenapa tidak boleh merebut?”
Orang dewasa bisa menjawab:
“Karena teman bisa sedih. Kita minta izin dulu.”
Anak bertanya:
“Kalau aku marah bagaimana?”
Orang dewasa bisa menjawab:
“Kamu boleh marah. Tapi tangan tidak memukul. Kita tarik napas dan bicara.”
Dengan cara ini, anak belajar bahwa semua perasaan boleh dikenali, tetapi tidak semua perbuatan boleh dilakukan.
Kita akan belajar apa?
Di dalam buku ini, kita akan belajar banyak kebiasaan kecil.
Kita akan belajar menyapa dengan ramah. Kita akan belajar berkata “tolong”, “maaf”, “terima kasih”, “permisi”, dan “bolehkah”. Kita akan belajar memakai suara lembut, menjaga tangan dan kaki, menunggu giliran, berbagi dengan aman, mendengarkan teman, dan meminta bantuan saat ada masalah.
Kita juga akan belajar bahwa meminta maaf itu baik. Memaafkan juga baik. Tetapi memaafkan tidak berarti membiarkan diri disakiti lagi. Anak tetap boleh menjaga jarak dan meminta bantuan guru atau orang tua.
Pelan-pelan, kita akan mengulang pesan penting ini:
Tubuhku harus dijaga.
Tubuh teman juga harus dihormati.
Hatiku penting.
Hati teman juga penting.
Aku bisa belajar menjadi teman yang baik.
Janji kecil sebelum mulai
Sebelum masuk ke Bab 1, mari ucapkan janji kecil ini bersama-sama.
Aku mau belajar berteman baik.
Aku mau menyapa dengan ramah.
Aku mau berkata baik.
Aku mau memakai tangan untuk menolong.
Aku mau memakai kaki untuk berjalan baik.
Aku mau meminta maaf jika salah.
Aku mau meminta bantuan jika tidak aman.
Aku bersyukur punya teman.
Tidak perlu langsung sempurna.
Hari ini belajar sedikit. Besok belajar lagi. Lama-lama, hati menjadi lebih lembut, kata-kata menjadi lebih baik, dan bermain bersama teman menjadi lebih menyenangkan.
Mari kita mulai.
References
CASEL. (2020). CASEL’s SEL framework: What are the core competence areas and where are they promoted? Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning.
National Association for the Education of Young Children. (2022). Developmentally appropriate practice in early childhood programs serving children from birth through age 8 (4th ed.). National Association for the Education of Young Children.
World Health Organization. (2019). INSPIRE handbook: Action for implementing the seven strategies for ending violence against children. World Health Organization.
Yogman, M., Garner, A., Hutchinson, J., Hirsh-Pasek, K., Golinkoff, R. M., Committee on Psychosocial Aspects of Child and Family Health, & Council on Communications and Media. (2018). The power of play: A pediatric role in enhancing development in young children. Pediatrics, 142(3), e20182058. https://doi.org/10.1542/peds.2018-2058